Nothing here yet! :)

Byeon Ji

Born: October 17th, 2005
Nationality: Korean
Gender: Male
Race: Vampire
Sexuality: Heterosexual
School: Salesian Boarding School
Class: Year 3
Height: 177 cm
Faceclaim: Jake ENHYPEN
═════════════════Ability
- Weapon Summoning: Ji dapat memanifestasikan berbagai senjata dari berbagai bagian tubuhnya, biasanya pedang, belati, tombak, dan kapak. Senjata-senjata ini cukup kuat dan tajam. cukup untuk tidak hanya membunuh vampir biasa secara instan, tetapi juga mampu menembus tubuh kebal vampir bangsawan.
- Master Combatant: Ji adalah petarung tangan kosong yang sangat terampil, menjadikannya salah satu petarung terbaik pada lingkup vampire. paling berbahaya dan terbaik di alam semesta. Keterampilan bertatung seorang diri Ji bahkan dapat membunuh seluruh pasukan vampir.
- Sword Mastery: Meskipun Ji biasa bertarung dengan tangan kosong dan melemparkan senjata secara telekinetik, dia terampil menggunakan pedang dalam pertempuran. Keterampilan Ji memungkinkan dengan mudah membantai semua vampir biasa dan vampir bangsawan yang tidak memiliki kemampuan lebih pada pertarungan.
- Expert Tactician: Ji diketahui adalah vampir yang efektif dalam memimpin pasukan.
Selama sesi latihan yang diberikan, ia seringkali tak berhenti dan menunjukkan bahwa hal itu bisa berlanjut tanpa batas. Dalam pertempuran, dia adalah petarung yang sangat ganas dan sulit dikalahkan.Mengetahui kemampuan Ji, vampir bangsawan menganggap Ji sebagai lawan terbesar dan terkuat di atas semua vampire bangsawan lainnya, menggambarkannya sebagai "kekuatan dan kecepatan serta kematian yang digabungkan menjadi satu."Kelemahan terbesarnya adalah kehausan akan darah: ia telah hidup ratusan tahun di mana darah dan pertempuran adalah satu-satunya hal yang dapat dipikirkan oleh seorang vampir. Ketika keluar dari sana, sangat mudah membuatnya kehilangan kendali ialah dengan cara ketika darah manusia berada dalam jarak yang begitu dekat.═════════════════PersonalityJi dapat terlihat sebagai orang yang dingin karena ia memiliki pola pikir yang terpaku pada kedisiplinan sejak kehidupannya semasa Raja II berkuasa. Namun sebenarnya dia adalah orang yang baik, ambisius, dan memiliki percaya diri yang tinggi. Ji memiliki pemikiran yang cerdas mengenai taktik pertempuran dan ia senang mengaplikasikan untuk berlatih bersama rekannya.Di balik itu, Ji memiliki sifat tidak sabar dengan emosi yang mudah berubah jika ada sesuatu yang mengusik dirinya. Pun Ji terbilang memiliki hati yang mudah terprovokasi walau dia diketahui memiliki sopan santun yang baik kepada orang sekitar.═════════════════

Background Story1777-1950sAnak pertama pria adalah sebuah karunia bagi semua orang tua, apalagi beliau merupakan anak Jenderal Kerajaan yang telah hidup lebih dari 1500 tahun. Kemampuan sang ayahanda sebagai vampire ialah pandai melakukan serangan dengan semua senjata atau mudah mempelajari dan menguasai segala jenis senjata. Pun beliau memiliki kemampuan untuk mengajar (dalam hal pertarungan) dan penggila taktik dengan minimal 10 hingga 15 rencana telah dibuat olehnya ketika dibutuhkan sewaktu-waktu.Tak diperkirakan, sang Jenderal jatuh cinta kepada seorang vampire wanita yang memiliki kemampuan dalam membuat senjata. Dark Night Sword ialah pedang yang menjadi kekuatan beliau selama ratusan tahun. Mereka memilih untuk menikah dikarenakan kekhawatiran kebersamaan mereka akan usai di keesokan hari.Baek Ji, terlahir pada angka keberuntungan walau masa tersebut masih berada pada masa perang. 1777.Hingga ketika Perang selesai pada abad 18, mereka semua pindah ke sebuah rumah dekat dengan Kerajaan karena Raja II telah berkuasa. Sang anak ikut berlatih bersama ayahnya hingga kemampuan Ji yang dapat mengeluarkan senjata pada tubuhnya diketahui pada tahun 1860an.Bukan main bahagianya kedua orang tua Baek Ji sehingga sang wira semakin sering ditempa agar kemampuannya menjadi maksimal. Sejak saat itu, kehidupan Baek Ji 11 12 dengan sang Jenderal yakni selalu turun untuk mengamankan Kerajaan Vampir dari serangan internal maupun eksternal.Dikala sang ibunda tiada, Baek Ji benar-benar tidak memiliki tempat untuk bersandar. Ia begitu dikenal sebagai penerus sang Jenderal karena kebrutalan dalam memimpin pada mulut telinga kaum sekitar.Sayangnya, Kerajaan Vampir kalah dengan kematian sang Jenderal Kerajaan dalam perang, pun kesadaran Baek Ji menghilang akibat energi yang terus digunakan selama dua minggu berturut-turut.A
1950s - now
Sang adam terbangun di atas kasur dengan ruangan berwarna putih bersih dan panggilan Ji yang terus-menerus diberikan kepadanya. Ada enam individu lain yang tinggal bersamanya di sana.Mereka melakukan semua kegiatan dapat dilakukan di dalam panti yang terisolasi dari dunia luar; berolahraga, membaca buku, hingga mengasah kemampuan masing-masing. Kelemahannya ialah mereka tidak bisa pergi keluar dengan alasan bahwa di sana adalah wilayah berbahaya dan tempat mereka adalah salah satu lokasi teraman. Karena tidak ada masalah sama sekali, Ji mengikuti arahan mereka selagi tidak membuat mereka semua sulit.Namun siapa sangka pada tahun 2020 sebuah tragedi terjadi. Jina, salah satu teman terdekatnya tiada. Ji menyalahkan dirinya karena tidak bisa menjaga keluarganya, mengetahui kemampuannya tidak dapat melindungi Jina. Sifat yang sebelumnya cukup terbuka dan senang bercanda ringan, kini menghilang. Ia menjadi tertutup dan memfokuskan diri untuk melindungi lima orang yang tersisa.Tahun-tahun mengerikan terjadi setelah kematian Jina terungkap. Mereka berhasil kabur dari panti yang terisolasi dari dunia luar tersebut, namun ternyata mereka bertemu dengan seorang ilmuwan yang menjadikan mereka sebagai bahan penelitian.Na Haejin, salah satu pekerja di sana akhirnya menyelamatkan mereka pada tahun 2022. Namun karena naluri Ji yang sangat sensitif dengan darah manusia, ia memilih menjauhi Na Haejin sebagai rasa terima kasih dari hati terdalam.Selagi menyesuaikan dengan dunia yang memiliki perbedaan dalam cara pandang dengan pengetahuan di dalam panti, Ji dan seluruh kawannya pergi bersekolah di Salesian Boarding School untuk menyesuaikan diri di dunia manusia.═════════════════Facts
1. Memiliki banyak bekas luka di tubuh, wajah, leher, dan rahangnya akibat gigitan vampir yang dia lawan selama masa Perang.
Bekas luka ini tidak terlihat oleh manusia kecuali di bawah cahaya yang sangat tereang.
Namun jika dilihat oleh seseorang dengan penglihatan lebih, bekas luka tersebut dikatakan sebagai fiturnya yang paling dominan, menyebabkan reaksi defensif pada vampir atau makhluk lain yang tidak mengenalnya.
2. Memiliki kendali buruk atas rasa haus dan sering merasakan bahwa darah yang mengalir pada manusia begitu menggoda; membuatnya tidak nyaman berada di dekat mereka.
3. Menyukai serigala karena sifatnya yang setia dengan keluarga dan tidak suka dengan keramaian, sama seperti dirinya.
4. Musim dingin adalah musim favoritnya.
5. Bermain biola adalah salah satu hobinya untuk menenangkan pikiran.

Na Seunghan

Born: May 17th, 2007
Place of Birth: Seoul, South Korea
Nationality: Korean
Gender: Male
Race: Human
School: Salesian Boarding School
Class: Year 1
Height: 181 cm
Faceclaim: Niki ENHYPEN
═════════════════Personality“I rather be alone than surrounded by happy people.”Seunghan ini tipikal yang akan menjadi anak kecil, mungkin karena usia nya masih sibuk eksplorasi alam semesta, alias, “maju semua! Akan ku hadapi tapi habis tidur siang, ya?” Seunghan merupakan penggemar bintang, ia mampu berdiam diri di teras rumahnya sembari menunggu bintang jatuh, untuk mengirimkan permohonan. Atau saat natal ia akan menunggu di depan perapaian hingga Santa muncul dan mengatakan, “ciluk ba!” (Sebenarnya sebelum tengah malam ia sudah tertidur terlebih dahulu dan mengasumsikan Korea Selatan jauh dari kutub utara). Seorang yang menghemat energi dengan tidur siang dan menyendiri di sudut atap sekolah sembari menghitung gumpalan awan di langit atau berkhayal bentuk-bentuk awan. Alias, pemikirannya masih sangat anak-anak.Sebagai poin tambah, Seunghan anak penurut yang menghindari masalah, dan takut di marahi. Ia terbiasa menyembunyikan tubuhnya di balik kakaknya atau ibunya sebelum di perkenalkan terlebih dahulu. Seorang anak baik (kata orang) yang senang tidur siang alih-alih berkerumun dengan teman-temannya.Poin tambah lagi, ia sangat menyukai makanan manis dan mudah di sogok jika di buat mengambek.Sosok lelaki yang jadi ketua kelas karena pasrah bukan karena keinginan. Ia tidak mampu menolak orang lain, people pleaser. Seorang laki-laki yang pintar namun, polos karena masih sibuk mengeksplorasi dunia kecilnya. Tipikal yang mudah penasaran dengan hal-hal baru, seperti misalnya ia melihat hewan yang belum pernah ia lihat dan akan sibuk bertanya, “kenapa itu?” “Kok bisa begitu?” Tipikal yang harus mendapatkan jawaban detail dan memuaskannya.═════════════════

Background StoryHaha! Kau pernah melihat pelangi berdarah? Mau ku ajak kau untuk melihatnya?Total energy of loneliness, total energy of being a human is uncertified, let me be a monster of my own life.Pernah kah kau berpikir bahwa menjadi bungsu dalam satu keluarga itu adalah hal yang menyenangkan? Seperti menjadi nomor satu di rumah, semua hal yang kau inginkan akan terkabul, voila! Semudah mengembalikan telapak tangan! Betapa indahnya jadi anak bungsu, begitu kata setiap orang.Tapi tidak juga bagi Na Seunghan. Menjadi anak bungsu di dunia yang menggeluti sains sedangkan ia tidak terlalu tertarik dengan bagaimana semesta ini bekerja, baginya semuanya hanya takdir Tuhan. Religius? Tidak juga, Seunghan tipikal yang akan menerima semua keadaan dengan sebaik mungkin.Seunghan menerima kasih sayang begitu banyak dari setiap orang yang melihatnya, mengatakan dirinya adalah anak baik, national treasure, must protect with all cost, semua orang menyayanginya! Seunghan tidak perlu bersusah payah mendapatkan atensi dari banyak pihak, hanya dengan eksistensi nya ia akan mendapatkan semua yang ia inginkan. Tapi benarkah Seunghan merasakan itu semua dari dalam hatinya?Jawabannya, tidak.Seunghan tidak mengerti kenapa semua orang begitu menyayanginya, bukankah ia sama saja? Seperti orang pada umumnya? Bukankah semua orang tidak seharusnya melakukan ini padanya. Jadi pertanyaan yang harus di ajukan ialah, apakah rasa sayang itu sampai kepada nya? Jawabannya, tidak.Di sebut sebagai mati rasa, Seunghan juga tidak mati rasa. Ia hanya bingung dan menepis semua itu. Ia tahu semua orang menyayanginya tapi ia tidak merasakan itu semua. Ia sibuk bertanya-tanya, jikalau ia tidak lahir dari keluarga Na, yang merupakan keluarga berada, atau jika ia bukanlah Na Seunghan, apakah semua orang akan memperlakukan nya sama seperti saat ini? Dan bagaimana jika jawabannya adalah tidak? Apakah semua yang diberikan pada nya ialah palsu semata?Sejak kecil ia sibuk bertanya-tanya dan bermain dengan caranya sendiri, berpura-pura memahami bahwa semua orang menyayanginya, hingga ia beranjak dewasa ia memupuk semuanya sebaik mungkin dengan senyuman dan rasa bahagia bahwa...Na Seunghan di sayangi, Na Seunghan bisa mendapatkan semua yang ia inginkan, Na Seunghan ini, Na Seunghan itu.Pernah kah kalian berpikir bahwa menjadi anak bungsu itu menyenangkan? Atau sekedar menerima sebanyak-banyaknya rasa kasih sayang yang tak terhingga sepanjang masa? Atau, jika benar bukan karena ia adalah bungsu dari keluarga Na, apakah semua itu tetap menjadi miliknya?Ia adalah Na Seunghan, anak bungsu keluarga Na. Cukup sampai disana, itu titik.═════════════════Facts
1.Memiliki motto hidup: “maju semua, akan ku hadapi semuanya tapi aku tidur siang dulu, ya?”
2. Penggemar matcha! Semua jenis matcha! Dari kue, latte, minuman, hingga makanan!
3. Penggemar makanan manis, eskrim terutama.
4. Penikmat hujan.
5. Mudah di bohongi karena mudah percaya orang lain.
6. Tidur siang adalah kegiatan harian utama.
7. Dikenal cukup pandai di sekolah.
8. Tidak bisa makan makanan pedas.
9. Memiliki MBTI INFP-T!
10. Percaya santa dan bintang jatuh.
11. Menyukai pelajaran astronomi, dengan cita-cita sampai ke Mars.
12. Bayi bagi sebagian orang karena pola.pikirnya masih anak-anak.
13. Tinggi, menjulang.
14. Suka bermain basket.

Baek Hwarang

Born: August 7th, 2007
Nationality: Korean
Gender: Male
Race: Vampire
School: Salesian Boarding School
Class: Year 3
Height: 175 cm
Faceclaim: Jungwon ENHYPEN
═════════════════Ability- Shielder: Hwarang mampu menghasilkan perisai yang dapat melindungi orang di baliknya dari benda atau serangan apapun yang mengincar fisik. Perisai ini terbuat dari energi yang terkonsentrasikan sedemikian rupa di suatu area sehingga menjadi padatan transparan. Tidak ada limitasi dari seberapa banyak atau seberapa besar perisainya, asalkan Hwarang bisa berkonsentrasi untuk memadatkan energi sejumlah itu. Tentu saja, semakin banyak atau besar perisai yang harus ia buat, semakin tinggi konsentrasi yang dibutuhkan, semakin sulit juga menghasilkan perisai yang kuat. Satu kekurangan dari perisainya adalah karena terbuat dari padatan, orang atau benda yang dilindungi juga tidak bisa melontarkan apapun menembus perisai tersebut. Saat ini, kemampuan Hwarang tak lebih dari melindungi satu orang saja. Ke depannya, ia akan bisa menciptakan kubah untuk melindungi area seluas kompleks Salesian serta mengembangkan kemampuan untuk mempertahankan perisai tanpa membutuhkan banyak konsentrasinya.- Enhanced Physique: Seperti layaknya vampir lain, Hwarang memiliki fisik yang lebih kuat, lebih cepat, dan lebih tahan banting dibandingkan manusia biasa.- Enhanced Stamina: Entah apakah bawaan lahirnya sebagai putera seorang Raja Vampir atau karena jiwa yang pantang menyerah, Hwarang memiliki stamina tinggi bahkan jika dibandingkan vampir-vampir lain.- Strategist: Kebiasaan Hwarang untuk berbuat ‘nakal’ dan berkelit dari peraturan panti asuhan membuatnya mengembangkan kemampuan membuat strategi dan mengujinya dengan berbagai probabilitas strategi tersebut bisa gagal.- Combat Expert: Bertahun-tahun latihan bertarung dengan teman-temannya di panti asuhan telah mengasah kemampuan bela diri Hwarang. Ia cukup bisa menggunakan berbagai senjata, tetapi favoritnya adalah pedang besar yang dikombinasikan dengan kemampuan shield-nya untuk menahan serangan datang.═════════════════PersonalityPada intinya, dalam diri Hwarang berkobar jiwa seorang petualang. Rasa ingin tahunya tinggi dan ia selalu ingin menjelajah hal baru (terutama tempat-tempat baru) sampai ia mengetahui setiap seluk-beluknya. Namun, sebab terlimitasi oleh berbagai peraturan di rumah masa kecilnya, Hwarang juga belajar untuk mengamati keadaan dan mencari celah dalam setiap kesempatan atau kesulitan. Keadaan ini membentuknya menjadi pribadi yang lebih memilih untuk belajar melalui pengalaman dan percobaan alih-alih buku, walaupun seringkali ia mencari jawaban pasti di buku sebagai panduan awal.Ia merupakan sosok yang pantang menyerah dan lebih ke arah problem-solver: ketika ada masalah, ia akan berupaya untuk memperbaikinya sampai tuntas, tak peduli sesulit apapun. Mungkin hal ini terdengar sebagai hal yang baik, tetapi kurangnya interaksi sosial dan pergaulan lebih luas membuat Hwarang sulit untuk dihentikan, bahkan ketika keadaan bisa saja menempatkannya dalam bahaya jika maju terus. Ia sangat percaya diri dengan kemampuannya berpikir dan memecahkan masalah, dan juga percaya bahwa tidak ada masalah yang tidak bisa diselesaikan jika dipikirkan baik-baik dan semua pihak mau mencoba berbagai solusi.Ia sangat perhatian dengan sesama anak-anak panti. Sebagai salah satu yang tertua, Hwarang merasa harus "mengasuh" anak-anak yang lebih muda—memastikan mereka baik-baik saja. Setidaknya, itu yang diberitahukan ibu panti kepadanya, dan karena saran itu terdengar baik, Hwarang menurutinya. Hwarang percaya pada sisi baik setiap insan, dan menghindari konfrontasi sebisa mungkin. Namun, untuk “keluarga”nya, ia tidak akan segan-segan melakukan tindakan defensif yang mungkin bisa menyakiti si penyerang atau pembuat masalah. (Ingat ya, tindakan defensif saja. Tapi kalau mereka menyerang dan tidak mau berhenti ya apa boleh buat.)Hwarang juga cukup terbuka untuk berdiskusi dan, dipengaruhi jiwa penjelajahnya, ia cukup mudah menerima hal baru. Ini termasuk saran serta perasaan kurang nyaman kawan-kawannya. Namun, jika sudah merasa bahwa suatu hal adalah benar, Hwarang akan mengusahakan agar yang lain menerima hal tersebut … dengan berbagai cara–walaupun di sebagian besar waktu, caranya adalah merayu, membujuk, dan mengiming-imingi. Sikapnya ini bisa terlihat sedikit–atau mungkin sangat?–bossy jika seseorang tidak setuju atau bertentangan dengannya. Bukan berarti ia tidak menerima opini lain; pihak seberang hanya harus membuktikan dahulu bahwa opini Hwarang kurang tepat atau lebih lemah.═════════════════

Background StorySejak kecil, Hwarang selalu penasaran bagaimana dunia di luar sana. Rumahnya yang besar itu memang tempat yang aman dan nyaman, tetapi ia bosan. Sampai kapan perang itu akan berlangsung? Kapan mereka bisa keluar? Ia tidak ingat masa-masa sebelum tinggal di tempat ini, walaupun ibu kepala panti memberitahunya bahwa ia tidak lahir di sini. Mungkin waktu itu ia masih terlalu kecil.Untuk mengobati rasa bosannya, Hwarang–serta beberapa anak lain–seringkali menyelinap untuk memanjat pohon-pohon di hutan. Pohon-pohon tersebut besar dan menjulang, tetapi nampaknya tidak cukup untuk membantu mereka melihat langit di balik tembok suaka mereka. Tetap saja, nyaris setiap hari Hwarang akan memanjat pohon tersebut, mencobanya satu per satu–menikmati kebebasan yang terbatas ini.Satu kali, ia bahkan mencoba memanjat tembok yang mengelilingi kawasan mereka. Tidak, Hwarang tidak sedang berusaha untuk kabur. Ia hanya penasaran apa yang ada di balik sana, dan hendak mengintip sedikit. Seharusnya jika hanya mengintip dan tidak menapakkan kaki ke tanah di balik tembok, ia masih aman, ‘kan? Kalau ada apa-apa, yang harus ia lakukan hanyalah melompat turun dan lari secepat-cepatnya. Sayang sekali, ternyata estimasi Hwarang terlalu meremehkan tinggi tembok tersebut, dan bahkan belum sampai setengah jalan ia mencoba memanjat, penjaga kawasan menangkapnya sedang menempel di tembok lalu membawanya ke hadapan ibu kepala panti. Alhasil, hukumanlah yang diterimanya … dan ini tidak terjadi satu-dua kali. Hwarang menjadi salah satu anak yang langganan mendapat hukuman karena suka menyelinap ke tempat yang tidak seharusnya, terutama karena ia berusaha melindungi anak-anak lain atau membiarkan mereka lolos terlebih dahulu agar tidak terkena masalah. Ia tidak keberatan–bukankah sang ibu kepala sendiri yang mengajari mereka untuk saling menjaga di dunia yang kejam dan penuh marabahaya ini? Sang ibu kepala maupun Tuan Han juga memahami dirinya, dan berkali-kali dengan sabar menasehati dirinya. Ia tahu ini demi kepentingan dan keamanan dirinya sendiri serta anak-anak lain, maka Hwarang menerima omelan tersebut. Namun api pertanyaan dalam diri tak serta-merta padam hanya karena ada alasan rasional. Ia hanya meredamnya sedikit, demi keadaan diri yang lebih baik.Ketika Yuwol datang dan memberitahukan mereka apa yang terjadi pada Jina, Hwarang merasakan fondasi kepercayaannya akan suaka nan aman ini runtuh. Gadis itu tidak mungkin berbohong–Yuwol terlihat terlalu syok untuk berbohong. Lagipula, memangnya gadis itu pintar berbohong, apalagi untuk sesuatu yang tidak lucu seperti ini? Namun, jikalau seperti itu, artinya mereka tidak bisa tetap tinggal di tempat ini. Siapa yang tahu apa yang akan terjadi pada mereka? Jika harus memilih antara bahaya yang jelas terlihat dan bahaya yang masih belum terbukti keberadaannya, ia memilih yang kedua. Bagaimanapun juga, jika mereka berbohong sampai membunuh salah satu dari mereka … bagaimana Hwarang bisa tahu bahwa mereka tidak berbohong mengenai dunia luar? Yang benar saja, masa perang selama itu selesai?Berdasarkan kesepakatan bersama, keenam anak yang tersisa di suaka tersebut melarikan diri, mencoba peruntungan di dunia yang lebih luas. Setidaknya mereka tidak sendirian–mereka punya satu sama lain yang bisa saling menjaga. Mereka meninggalkan tembok dan berlari jauh, sejauh mungkin, tanpa berhenti sampai tembok menjulang tersebut tak lagi terlihat menjulang.Namun, prediksi yang didasarkan pada data yang kurang memiliki kemungkinan keluputan yang tinggi. Mereka tak pernah tahu apapun mengenai keadaan sekarang di luar tembok. Satu langkah salah yang diambil menyebabkan mereka terjebak dalam sebuah laboratorium dan menjadi objek penelitian. Berbagai macam percobaan dilakukan pada dirinya, tanpa persetujuan dan tidak menggunakan hati, bahkan sampai ia pingsan dan tak sadarkan diri. Jika sebelumnya Hwarang merasa realita mengenai posisi mereka di panti asuhan merupakan kekelaman yang tak terbayang, yang satu ini lebih seperti neraka membara dengan sakit yang memabukkan.Entah berapa lama mereka berada di sana. Kesadaran Hwarang timbul dan hilang, membuat hitungan waktu alami dalam tubuh tak lagi dapat diandalkan. Tenggorokannya pun kering dan panas sekali tanpa cairan merah yang biasa ia konsumsi setiap bulan. Hanya satu yang memberinya semangat terus-menerus: “saudara-saudara”nya. Ia berharap mereka masih memiliki daya juang yang sama untuk bertahan–tidak, Hwarang tahu mereka memiliki ketahanan yang luar biasa. Mereka berlatih bersama setiap hari, dan Hwarang tahu mereka tangguh. Mereka akan menemukan jalan keluar dari neraka ini.Suatu hari, kesempatan itu datang. Tak menyangka bahwa di lautan iblis, ada juga yang masih berhati. Hwarang bersama saudara-saudaranya dibantu untuk kabur oleh salah satu staf di sana, dan memutuskan untuk bersembunyi. Mereka tidak mungkin kembali, ‘kan? Bisa-bisa ibu kepala panti membunuh mereka.═════════════════Facts
1. Bersama Jo Yuwol, ia merupakan salah satu vampir yang pertama mendiami panti. Bahkan, bisa dikatakan bahwa area panti asuhan dibuat demi dirinya.
2. Saat menjadi putra mahkota di Kerajaan Vampir, ia lebih pendiam dan tertutup dibandingkan sekarang.
3. Hatinya mudah tersentuh. Ia tidak terlalu membeda-bedakan antara manusia dan vampir, dan malah agak terlalu penasaran dengan manusia.
4. Merupakan sepupu dari Jo Yuwol.
5. Suka keluyuran malam-malam (tentu saja menyelinap dan mengendap-ngendap).
6. Tempat favoritnya adalah tempat yang tinggi, seperti pucuk pohon atau di atas genteng.

Kang Irina

Real Name: Ga Eun-young
Born: December 24th, 1512
Nationality: Korean
Gender: Female
Race: Vampire
Occupation: Teacher in Salesian Boarding School
Height: 171 cm
Faceclaim: Im Nana
═════════════════Ability- Illusion: Irina mampu menciptakan ilusi dan mememerangkap targetnya (manusia ataupun vampir) di dalam ilusi tersebut untuk beberapa waktu. Target yang terperangkap akan melihat ilusi tersebut sebagai mimpi. Sebagian orang akan menyadari bahwa apa yang ia lihat tidaklah nyata, namun, tidak untuk sebagian yang lain.- Enhanced Strength: Irina tidak pernah lepas dari diet utama vampir- darah manusia. Alhasil, ia selalu bisa memanfaatkan potensi terbaik fisik seorang vampir. Ia mampu menggunakan kekuatannya dalam pertarungan tangan kosong maupun dengan senjata jarak dekat.- Enhanced Sense: Terlepas dari tumpulnya indera pengecap seorang vampir -kecuali untuk darah-, Irina memiliki kepekaan penglihatan, penciuman, pendengaran, dan perasa bahkan di atas rata-rata vampir. Ia mampu merasakan kehadiran vampir lain bahkan pada jarak 2 km.- Photographic Memory: Irina mampu mengingat detail setiap kejadian yang ia lalui, atau setiap kata dari buku yang ia baca.═════════════════PersonalityIrina adalah seseorang dengan pembawaan tenang dan anggun. Ia cenderung tidak ingin menunjukkan emosi negatif kepada orang yang sedang berinteraksi dengannya; ia tidak pernah terlihat marah maupun sedih. Pengalaman membuatnya memegang prinsip bahwa diperlukan seseorang berkepala dingin untuk mempertahankan kedamaian- dan ia pun memenuhi perannya dengan baik.Ia juga seseorang yang akan meluangkan waktu untuk berpikir dan membuat rencana untuk segala kemungkinan. Sebagian orang menyebutnya bijak, sementara yang lain manipulatif. Irina memahaminya sebagai kemampuan untuk beradaptasi dan menempatkan diri.═════════════════

Background Story1512-1900Bunga sakura tahun itu masih bermekaran menjelang pertengahan musim dingin, bersamaan dengan kelahiran Ga Eun-young. Eun-young, yang kemudian dihadiahi pula nama ‘Irina’ dari ayahnya (beliau bilang, nama itu berarti kedamaian dalam bahasa saudara-saudara mereka di utara), adalah putri pertama keluarga bangsawan yang bekerja untuk Raja Vampir Pertama. Kebijakan Sang Raja I membawa manusia dan vampir untuk dapat hidup berdampingan, begitu pula dengan mereka yang tinggal di wilayah kekuasaan keluarga bangsawan Ga.Irina, yang terlahir sebagai vampir, tahu bagaimana ia harus berdiri di antara kedua kaum. Ia adalah putri bangsawan yang akan meluangkan waktunya berdiri di antara warga dan membantu mereka menyelesaikan masalah. Vampir dengan kemampuannya untuk memprediksi musim membuat mereka mengatasi masalah kemarau panjang; manusia dan vampir akan duduk di satu meja yang sama mendiskusikan teknologi pertanian apa yang harus dilakukan agar manusia tetap hidup. Peradaban manusia yang berada di bawah kepemimpinan Raja I pun lebih tinggi ketimbang manusia di kerajaan-kerajaan lain. Warganya begitu mencintai bangsawan yang menaungi mereka, hingga mereka dengan suka rela bergantian menyumbangkan darah agar para vampir juga tetap hidup.Namun, kedamaian bukanlah sesuatu yang mutlak maupun abadi.Kedamaian itu terusik tak lama setelah Sang Raja I mati. Perebutan kekuasaan berakhir dengan Sang Raja II dengan ambisinya untuk menyatukan semenanjung Korea di bawah kekuasaan para vampir- kekuasaannya. Ia ingin menguasai segalanya, termasuk satu wilayah di timur laut kerajaan, yang berada di bawah naungan keluarga Bangsawan Ga. Keluarga Ga, layaknya benteng, ingin melindungi kedamaian serta warga manusia yang berada di wilayahnya. Bagi mereka, manusia dan vampir memiliki hak atas kehidupan yang sama. Sayangnya, Raja kedua tak berpikir demikian: baginya, manusia adalah ternak. Ia pun mengirimkan sepucuk surat perintah -atau ancaman- kepada Keluarga Ga, bahwa mereka harus menyerahkan seluruh warga mereka yang manusia, atau Raja akan sama meluluhlantakkan mereka semua.Hari yang dijanjikan tiba. Raja II beserta pasukannya pergi ke wilayah kekuasaan keluarga Ga untuk menagih apa yang semestinya menjadi miliknya. Layaknya keluarga bangsawan yang patuh, keluarga Ga sendiri yang berdiri di luar benteng kota, melindungi warganya, sekaligus menyambut Raja mereka. Irina berdiri di sana, dan sang Raja mengenalinya.Irina, putri keluarga Ga yang selama ini berada di belakang Sang Raja I dalam misi kedamaiannya; si pemilik kemampuan menciptakan ilusi dan membuat manusia dan vampir menjadi sama jinaknya.Sang Raja II pun memilih untuk bermurah hati. Ia menawarkan tawaran pengganti: Ga Eun-young untuk nyawa-nyawa manusia di dalam naungan mereka. Demi kedamaian, tawaran itu disepakati. Untuk beberapa dekade selanjutnya. Ga Eun-young adalah satu dari beberapa selir Sang Raja II. Tugasnya sebagai selir seringkali mencakup menjadi perwakilan diplomatik di kerajaan-kerajaan tetangga; mengawasi mereka dari dalam, mengendalikan mereka melakukan
hal-hal yang tidak diinginkan, hingga mereka cukup lemah untuk dikuasai oleh Sang Raja II.
Hal itu berlangsung berulang kali, kerajaan demi kerajaan.Kematian Raja II di tahun XXXX menjadi akhir dari tugas Irina. Irina yang selamat dari kudeta yang menewaskan Sang Raja, memutuskan untuk pergi bersama dengan sirnanya peradaban para vampir.2023Irina hidup di antara manusia, mengambil identitas sebagai manusia dan pindah ketika ia tidak bisa lagi melanjutkan kehidupan tersebut. Sekarang ia adalah ‘Irina Kang’, seorang arkeolog dan kurator museum. Kemunculan keturunan para vampir terdahulu di Salesian Boarding School membawa Irina serta ke sana; meninggalkan pekerjaannya di museum dan menjadi seorang pengajar sejarah.═════════════════Facts
1. Irina kerap berpindah tempat dan mengganti identitasnya sejak tahun 1950 hingga saat ini.
2. Irina pernah mencoba berbagai macam pekerjaan; ilmuwan, psikiater forensik, perancang busana, jurnalis, dan lain-lain.
3. Persiapan Irina untuk memulai suatu pekerjaan memakan waktu kurang lebih satu bulan. Dulu, ia akan mendekam di perpustakaan untuk mengambil informasi dari buku-buku terkait. Namun, internet membuat hidupnya lebih mudah akhir-akhir ini.

Na Gon

Born: June 25th, 2005
Place of Birth: Seoul, South Korea
Nationality: Korean
Gender: Male
Race: Human
Sexuality: Heterosexual
School: Salesian Boarding School
Class: Year 3
Height: 180 cm
Faceclaim: Jay ENHYPEN
═════════════════PersonalitySecara garis besar, Na Gon merupakan pribadi yang cukup hangat meskipun tergolong tidak begitu banyak berbicara dan juga jarang bersosialisasi. Gon selalu dibekali untuk selalu bersikap baik pada siapapun oleh ibunya. Oleh sebab itu, dirinya selalu berusaha menerapkan apa yang selalu ibunya tanamkan. Selain itu, Gon juga percaya akan hukum timbal balik; kebaikan akan dibalas dengan kebaikan. Kata lain yang bisa mendeskripsikannya adalah keharmonisan. Dia akan berusaha untuk menghindari konfrontasi sebisa mungkin. Menurutnya, selagi bisa diselesaikan dengan baik maka konfrontasi tidaklah perlu.Sebagai seorang pengamat, Gon mudah mengingat ekspresi orang lain saat berkomunikasi dengannya. Bahkan bisa mengingat secara detail pembicaraan dengan seseorang. Meskipun default mode-nya adalah pengamat, di suatu kondisi yang mengharuskan dirinya untuk bertindak, dia tidak akan segan untuk beraksi. Akibat didikan dari orangtuanya, Gon berakhir memiliki jiwa sosial dan kepedulian yang tinggi. Sayangnya, Gon kurang pandai mengekspresikan perasaannya secara langsung. Sehingga lebih sering menyimpan apa yang dirasakan. Oleh sebab itu, ada kalanya emosi Gon akan meletup-letup akibat terlalu sering menyimpan banyak hal dalam dirinya.═════════════════

Background StoryNa Gon, merupakan putra sulung dari pasangan Na Jungmin dan Oh Haeri. Si Sulung Na tersebut terlahir di lingkungan keluarga yang akrab dengan science. Ayahnya merupakan seorang peneliti yang bekerja di perusahaan bio-teknologi, begitupun dengan ibunya yang juga seorang peneliti. Maka tidak mengherankan apabila Gon berakhir memiliki ketertarikan dengan dunia yang akrab digeluti oleh kedua orangtuanya tersebut. Selain punya ketertarikan dengan science, Gon sejatinya juga tertarik dengan hal-hal yang berbau supernatural. Terutama segala hal yang berkaitan dengan dunia vampir. Meski banyak orang beranggapan vampir itu tidak ada, Gon selalu meyakini eksistensi makhluk gaib tersebut nyata adanya. Dirinya juga percaya, manusia dan vampir mampu hidup berdampinganㅡalias bisa berteman baik. Oh, sedikit TMI, Gon kerap kali ditemukan di perpustakaan menikmati me time-nya membaca buku-buku yang berkaitan dengan vampir. Baginya, tidak ada hal yang lebih menyenangkan selain itu.═════════════════Facts
1. Memiliki adik laki-laki bernama Na Seunghan. Sebagai seorang kakak pada umumnya, Gon cenderung memiliki sikap protektif pada adiknya.
2. Selain berkutat dengan dunia vampir, di waktu senggang Gon biasanya berolahraga ringan dan membaca webtoon.
3. Daya penglihatannya agak buruk, oleh sebab itu di keseharian ia sering memakai kacamata ataupun lensa kontak.
4. Animal lover, terutama kucing. Ibunya sering kali mengatakan bahwa dirinya mirip kucing.
5. Payah dalam urusan asmara. Belum pernah sekalipun berpacaran.

Jo Yuwol

Born: May 8th, 2005
Place of Birth: Seoul, South Korea
Nationality: Korean
Gender: Female
Race: Vampire
Sexuality: Demisexual
School: Salesian Boarding School
Class: Year 3
Height: 170 cm
Faceclaim: Minji NEWJEANS
═════════════════Ability- Ability Steal: Yuwol dapat mencuri kemampuan khusus milik vampire lain yang telah mati. Ketika ia mengambil kemampuan baru, kemampuan lama yang ia miliki akan menghilang.- Mind Reader: Membaca pikiran orang-orang dengan radius tertentu. Yuwol dapat mendengar pikiran orang-orang yang berada dalam satu ruang dengannya. Dengan memusatkan fokus pada pikiran seseorang, Yuwol bisa membaca lebih jelas atau menjangkau lebih jauh jika orang tersebut berada di luar radius (masih perlu dilatih).- Combat Expert: Bertahun-tahun hidup tanpa memiliki kekuatan mendorong Yuwol untuk melatih diri dengan giat. Berkat ajaran Ji, Yuwol menjadi salah satu petarung handal di antara kawan-kawannya.═════════════════PersonalityPuluhan tahun hidup dengan enam saudara menumbuhkan rasa sayang dalam diri Yuwol. Dengan terang-terangan ia menunjukkan rasa sayangnya pada mereka melalui berbagai bentuk, baik itu gestur atau kata-kata. Ia adalah sosok yang dapat diandalkan, dan tak merasa keberatan apabila harus bekerja keras lebih. Berdedikasi tinggi dan sangat serius terhadap komitmen. Yuwol memiliki rasa *tanggung jawab yang kuat dan tidak pernah menganggap remeh sebuah janji. Ketika ia bilang akan melakukan sesuatu, dia pasti akan melakukannya.Yuwol tak terlalu suka diperintah. Ia juga tak mau kalah apabila seseorang mendebatnya. Sosok yang keras kepala. Tak peduli seberapa banyak dunia berubah, Yuwol tetap berpegang teguh pada pendiriannya. Setia kawan dan akan melakukan apa pun untuk melindungi. Baginya, para saudara di panti adalah hal paling berharga yang ia miliki. Memiliki pengendalian emosi yang baik walau emosinya mudah terpancing ̶t̶e̶r̶l̶e̶b̶i̶h̶ ̶s̶a̶a̶t̶ ̶m̶e̶n̶g̶h̶a̶d̶a̶p̶i̶ ̶J̶i̶. Dalam tekanan sekali pun, ia tak panik dan mengatasi masalah dengan tenang.Dalam keseharian, sosoknya seperti bunga matahari yang memberi kesan positif, penuh semangat dan ceria. Ruangan menjadi lebih bersemangat dengan kehadirannya…… hingga pada hari kematian Jina, Yuwol sedikit berubah menjadi lebih tertutup. Jika tak sedang bersama lima saudaranya, ia cenderung menarik diri dan pergi ke tempat yang lebih sepi. Sosoknya yang riang berubah menjadi lebih diam. Walau demikian, selebihnya mengenai Yuwol tak pernah berubah.
═════════════════

Background Story1765ADALAH masa yang menegangkan bagi kekaisaran kaum vampir saat seorang putri lahir pada malam bulan Mei. Perebutan takhta masih berlangsung, para istri dan keluarga dijauhkan dari lingkungan istana demi keselamatan. Seorang bayi lahir di sebuah rumah sederhana, jauh dari istana. Sang ibu merasa bersalah atas kondisi kaum mereka yang tengah tegang, di sisi lain bersyukur sebab putri cantiknya lahir tanpa masalah. Bayi tersebut diberi nama Yuwol, dan diharapkan akan tumbuh menjadi sosok yang lembut seperti sinar bulan malam itu.1800sTAHUN demi tahun berlalu, pemerintahan yang diduduki oleh Raja baru dimulai. Yuwol kecil menyaksikan kejadian-kejadian bersejarah kerajaan. Bagaimana Raja 2 memenangkan takhta, kejayaan kerajaan baru, lahirnya Putra Mahkota, hingga pemberontakan dari kaum yang kontra dengan kerajaan. Banyak sekali pertanyaan yang dimiliki Yuwol mengenai konflik yang terjadi. Rasa penasarannya tak terpuaskan hanya dari jawaban sang ibu. Tapi, apa yang bisa dilakukan seorang vampir bangsawan yang tak memiliki kekuatan? Yuwol tak bisa berlaku banyak, dan hidup sebagai saksi bangkit dan runtuhnya kerajaan kaum vampir di Korea.1953KOSONG adalah satu kata yang menggambarkan Yuwol saat pertama kali menginjakkan kaki di panti asuhan. Rumah besar dengan halaman yang membentang menjadi rumah barunya. Saat pertama kali datang, Yuwol hanya berdua dengan Hwarang. Seiring waktu, anak-anak lain datang satu per satu. Han Ryeol selaku pemilik panti asuhan yang membawa mereka dari luar dinding benteng. Bersama enam anak lain, Yuwol tumbuh dalam rumah tersebut di bawah asuhan Min Soyoung. Mereka hidup tanpa akses untuk menggali informasi mengenai dunia, sumber pengetahuan hanya didapatkan dari buku-buku yang disediakan di perpustakaan. Yuwol tak pernah membantah aturan di rumah, hanya bertanya-tanya dalam hati dan menerka tentang kehidupan di luar.Katanya, di luar sana sangat berbahaya.Katanya, mereka akan ke luar saat dunia sudah lebih baik.Mereka percaya pada ucapan Soyoung, sosok ibu yang senantiasa memberi keenamnya rasa hangat.Keenam anak sangat dekat satu sama lain. Di antara semua, Yuwol paling dekat dengan Jina, Hwarang, dan Hayul. Setiap diskusi pasti akan dilakukan bersama sehingga tak pernah ada yang keberatan dengan keputusan yang ditetapkan. Jina adalah sosok yang paling berwibawa di antara mereka. Ia dapat menenangkan, merangkul kawan-kawannya apabila terjadi pertikaian.2020TIDAK ada yang mengira sebuah petaka akhirnya datang. Tubuh Jina tergeletak di lantai, tak bernyawa, terpisah dari kepala. Yuwol menahan jeritan dan rasa sakit yang menggerogoti dada saat kedua tangan memeluk kepala Jina untuk yang terakhir. Instingnya mendorong gadis itu untuk segera pergi, meninggalkan Jina seorang diri di dalam gudang. Yuwol kembali pada teman-temannya dengan pakaian berlumur darah dan air mata.Kematian Jina di rumah menjadi api bagi anak-anak, terutama Yuwol yang menjadi saksi kematiannya. Kemampuan Jina adalah kemampuan yang pertama kali Yuwol ambil alih. Sejak saat itu, Yuwol dapat membaca pikiran orang-orang di sekitar. Yuwol sedikit kesulitan karena harus berpura-pura tak memiliki keahlian, sebab banyak hal yang ia pikirkan dan pertimbangkan, termasuk kepercayaan kawan-kawannya.Terkuaknya motif gelap Han Ryeol, membulatkan tekad Yuwol dan kawan-kawannya untuk meninggalkan rumah. Mereka terus mencoba melewati benteng hingga akhirnya berhasil kabur. Keributan kecil di sebuah distrik yang disebabkan oleh Yuwol dan kawan-kawanpun terjadi. Atas insiden tersebut, keenamnya ditangkap dan dibawa menuju laboratorium rahasia oleh sebuah perusahaan. Mereka ditahan untuk diteliti, sebelum akhirnya seorang pria membawa mereka pergi.2022Na Jungmin, pria yang bermurah hati dan bersedia membatu Yuwol dan kawan-kawan. Mereka diberikan kehidupan baru dan diizinkan bersekolah. Jungmin mendidik mereka untuk berlaku selayaknya manusia normal sebelum masuk ke Salesian Boarding School.Keberuntungan, begitu Yuwol menyebutnya. Setelah melalui banyak hal, ia berkata pada enam lain bahwa mereka pantas untuk memiliki hidup normal, beriringan dengan manusia. Setiap malam, Yuwol menatap langit yang gelap. Berharap pada setitik cahaya agar tak ada lagi petir dalam kehidupan mereka.═════════════════Facts
1. Lebih menyukai saat matahari terbit dibandingkan terbenam.
2. Gemar bermain dengan kamera. Mengajukan dirinya sebagai fotografer saat di panti asuhan. Min Soyoung bahkan menyediakan ruang kecil untuk Yuwol mencuci film.
3. Penuh rasa penasaran. Yuwol selalu ingin tahu dengan apa yang dipikirkan makhluk hidup lain. Begitu memiliki kemampuan membaca pikiran, ia senang menghampiri hewan hanya untuk mendengar isi pikiran mereka. Sering terlihat asik berbincang dengan hewan, terutama kucing dan anjing.
4. Musim dingin adalah yang terbaik bagi Yuwol, karena matahari tidak seterik musim-musim lainnya. Dia senang bermain dengan salju.
5. Diam-diam mempelajari ilmu akting untuk menutupi kemampuan membaca pikiran. Dia sangat baik melakukannya.
6. Senang membaca buku, dan menonton film/serial karena ia tidak bisa membaca pikiran para pemain di layar.